Indonesia Power Gandeng GE Consorsium Bangun PLTGU Tambak Lorok 780 MW

July 17, 2017 @ 6:25 am
Jakarta, EnergiToday-- PT PLN (Persero) melalui anak usahanya akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 780 megawatt (MW).

Dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut, anak usaha PLN yaitu PT Indonesia Power akan bekerjasam dengan GE Consortium, yang terdiri dari GE Power, Marubeni Corp. dan PT Hutama Karya (Persero).

Dengan Disaksikan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, kontrak pembangunan Pembangkit Listrik Tambak Lorok Combined Cycle Power Plant (CCPP) Blok 3 tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani, Senior Operating Officer Marubeni Corporation Takashi Fujinaga, Direktur Operasi Hutama Karya, Suroto, Regional General Manager GE Gas Power Systems GE Power, Venkat Kannan.

Sripeni Inten menjelaskan, proyek pembangunan yang ditandantangani mencakup pekerjaan konstruksi pembangkit listrik Tambak Lorok Blok 3 yang akan berlokasi di lahan eksisting area Unit Pembangkitan (UP) IP Semarang, Jawa Tengah.

Dengan begitu, tambahnya, maka dipastikan tidak ada kendala dalam proses perizinan dan pembebasan lahan. Nilai proyek ini mencapai Rp 4,8 triliun, dengan nilai saving Rp 581 milyar. “Proyek akan dilaksanakan dalam kurun waktu 28 bulan dan diperkirakan Commercial Operation Date (COD) pada April 2020 mendatang,” ujarnya.

Menurut dirinya, ini merupakan bagian dari implementasi program 35.000. Nantinya, pembangkit listrik dengan asumsi produksi mencapai 3,7 giga watt hour (GwH) ini akan berperan sebagai load follower, dengan mesin gas turbine berkapasitas 780 MW.

Sebagai informasi, Combined Cycle Power Plant (CCPP) merupakan pembangkit perpaduan dari pembangkit gas turbine dan steam turbine, sistem dari pembangkit ini bisa dikatakan paling kompleks karena mengkombinasikan antara dua proses. Di Indonesia, pembangkit seperti ini biasa disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

“Pembangkit listrik yang akan mulai beroperasi pada pertengahan 2020 ini diharapkan dapat menambah sekitar 780 MW listrik ke jaringan Indonesia. Pasokan ini setara dengan memasok hingga lima juta rumah tangga di Indonesia," tuturnya.

Selain itu, jelasnya, PLTGU Tambak Lorok juga akan menjadi proyek tenaga terbesar yang dikembangkan dalam sejarah IP dan salah satu yang pertama di kawasan ini menggunakan teknologi turbin HA gas GE yang terbaru. (un)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan