Harga Anjlok Jadi Faktor Penurunan Produksi Batu Bara

July 17, 2017 @ 6:58 am
Jakarta, EnergiToday-- Peneliti Tata Kelola Batubara, Publish What You Pay Indonesia, Agung Budiono mengatakan meskipun tren produksi saat ini mengalami ada penurunan yakni, di 2015 sebanyak 461 juta ton dan 2016 sebanyak 434 juta ton, faktor pendorong penurunan bukan karena kebijakan pembatasan melainkan adanya faktor penurunan harga.

“Buktinya di 2017 pemerintah merevisi target menjadi sangat tinggi. Karena itu, seharusnya pemerintah menyusun strategi khusus bagaimana mengatur PKP2B dan IUP di Provinsi untuk patuh melakukan pembatasan. Kendala utama pasti terjadi di Provinsi, namun ini tantangan bagi pemerintah atas kebijakan yang dibuatnya. Harus dicari jalan keluarnya bersama,” papar Agung dalam keterangan tertulisnya yang diterima energitoday di Jakarta.

Menurut Agung, setidaknya terdapat dua hal penting yang harus didorong agar dapat mengimplementasikan kebijakan pembatasan produksi batubara. Pertama, perlunya keseriusan dalam melakukan perubahan paradigma pengelolaan energi, yaitu tidak lagi bergantung pada penggunaan energi fosil seperti batubara secara masif.

“Pemerintah sudah harus mulai berpikir soal batubara sebagai salah satu penopang penerimaan negara, karena selama pemerintah ini masih berpikir batubara dan sumber daya ekstraktif menjadi tumpuan penerimaan dan fiskal, akan sangat sulit kita keluar dari ketergantungan pada energi fosil. Kedua, kemauan politik yang kuat dalam menjalankan kebijakan. Kalau political will sudah kuat, seharusnya tidak lagi ada ruang kompromi dari para kelompok kepentingan lain,” tukas Agung. (un)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan