Fanshurullah: Dua Proyek Pipa Mangkrak karena tak Ada Pasokan Gas

July 18, 2017 @ 9:48 am
Jakarta, EnergiToday-- BPH Migas menyampaikan kepada Komisi VII DPR-RI bahwa ada dua proyek pipa transmisi yang mangkrak. Padahal kontrak itu sudah diteken sejak 11 tahun lalu.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah menyebutkan dua proyek tersebut adalah proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang dan proyek pipa transmisi ruas Kalimantan-Jawa (Kalija) II. Pemenang lelang adalah PT Rekayasa Industri (Rekind). Namun, pembangunan pipa Cirebon-Semarang masih belum berjalan. Kendala pembangunan ini muncul dari Rekind. Pihak Rekind katanya, mengeluhkan suplai gas dari pipa itu dan pihaknya juga belum mendapatkan pembeli gas dari pipa tersebut.

"Untuk Cirebon semarang sudah 11 tahun ini PT Rekayasa Industri sudah kami panggil pada 6 Juli 2017 untuk minta kepastian bangun pipa ini, karena seperti disampaikan ini telur dan ayam. Salah satu yang dikeluhkan PT Rekayasa Industri ini, karena kendala pasokan gas dan shippernya," tutur Fanshurullah di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Selasa (18/7).

Sementara untuk proyek pipa transmisi ruas Kalimantan-Jawa (Kalija) II, Fanshurullah melanjutkan, proyek ini juga terkendala sumber pasokan gas. Pipa transmisi ruas Kalija II ini terancam tidak mengalirkan gas karena gas dari Lapangan Kepodang, sumber gas pipa tersebut, habis lebih cepat dari yang diperkirakan. Seperti diketahui dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), Lapangan Kepodang diproyeksikan dapat memproduksi gas hingga tahun 2026. (mt/mt)

2 komentar

    amien-sumardi (18 Jul 2017 • 18:07)

    Bikin pabrik biomethana , biar pipanya jadi ber-isi

    Bagus (20 Jul 2017 • 06:30)

    Dibangun aja buat saluran air PDAM antar propinsi.

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan