Seluruh Lapangan Migas Bakal Terapkan Teknologi EOR

June 19, 2017 @ 6:16 am
Jakarta, EnergiToday-- Direktur Jenderal Minyak dan gas bumi (Migas), Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan penerapan teknologi EOR akan dimulai pada tahun depan.

"Diharapkan bisa digunakan seluruh kegiatan operasional migas pada 2019. Jika tidak maka ada kekhawatiran anjloknya produksi," ujarnya.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, jika tidak ada upaya apa pun produksi minyak bisa turun mencapai 500.000 barel per hari (bph) pada 2020.

"Saat ini produksi minyak ada di level 700.000 sampai 800.000 bph. Makanya harus ada upaya luar biasa," tuturnya.

Namun, menurut Wiratmaja, teknologi EOR ini tergolong tidak murah. Penggunaan teknologi ini malah akan menjadi beban negara karena masuk dalam penggantian biaya operasional (cost recovery).

"Makanya saat ini pemerintah masih membahas secara intensif terkait hal ini, sebelum diimplementasikan secara menyeluruh," tandasnya. (un)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan