PLN Diminta Kurangi Impor Komponen Pembangkit Listrik

June 20, 2017 @ 6:46 am
Jakarta, EnergiToday-- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diminta untuk menyusun peta jalan (roadmap) menuju pemenuhan standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pembangkit-pembangkit listrik yang dibangun oleh perseroan.

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta.
Menurut Luhut, saat ini TKDN pembangkit-pembangkit yang dimiliki oleh PLN kini masih berkisar di angka 32%, masih kurang dari batas yang ditetapkan oleh standar TKDN yang ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar 40%.

Itu artinya, Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati mengatakan, saat ini, dari satu unit pembangkit utuh, hanya 32% komponen saja yang dipenuhi dari produk dalam negeri.

"Kita diminta Pak Luhut menyusun roadmap TKDN untuk equipment apa peralatan apa yang bisa diproduksi di dalam negeri. Kemudian tahapannya, supaya sampai ke situ bagaimana," ujar Nicke.

Nicke menjelaskan, beberapa kandungan dalam negeri yang harus ditingkatkan seperti penggunaan boiler dan turbin. Menurut dirinya, kedua komponen tersebut menyumbang porsi impor terbesar selama ini yang berasal dari Jepang, Eropa, dan China.

"Dari data terakhir kalau dilihat per negara, dari (proyek) 35.000 MW yang sudah disusun, 47,5% itu dari Jepang. Jadi ada dari Jepang, Eropa, China. Ini yang harus kita buat tahapannya supaya betul-betul siap karena kan potensinya besar, pasarnya ada," tuturnya.

Dalam perencanaan ini sendiri, Kementerian Koordinator Kemaritiman akan memfasilitasi sementara PLN berkoordinasi dengan BPPT, Kementerian Perindustrian, Kemenko Perekonomian hingga perbankan agar tujuan tersebut tercapai. (un)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan