Permintaan Melesu, Harga Bijih Besi Berpotensi Tertekan ke Area US$40

June 19, 2017 @ 12:40 pm
Jakarta, EnergiToday-- Harga bijih besi pada 2017 berpotensi merosot ke area US$40 per ton akibat membengkaknya suplai dan lesunya permintaan dari pabrik-pabrik baja.

Pada perdagangan Senin (19/6) pukul 10.29 WIB harga bijih besi kadar 62% di bursa Dalian kontrak September 2017 meningkat 2,10% atau 9 poin menjadi 438,5 yuan (US$64,37) per ton. Lonjakan harga pada 2016 terjadi karena dukungan stimulus pemerintah China terhadap produksi baja yang menaikkan sisi konsumsi. Negeri Panda menyerap sepertiga suplai bijih besi global dan memasok sekitar 50% baja di dunia, sehingga kinerjanya sangat berpengaruh terhadap pasar komoditas tersebut.

Nilai jual dapat semakin tertekan menuju US$48 per ton pada kuartal terakhir tahun ayam api. Proyeksi tersebut jatuh dari estimasi sebelumnya sebesar US$60 per ton.

“Kami memperkirakan lebih banyak risiko penurunan pada harga bijih besi setelah melewati puncak permintaan. Pada semester kedua harga akan semakin tertekan,” paparnya, Senin (19/6).

Citigroup menyampaikan ketika harga sedang mengalami tren menurun, pasokan global tetap saja meningkat. Hal ini menyebabkan surplus suplai bijih besi membengkak hingga 118 juta ton pada 2017, naik dari 2016 sebesar 60 juta ton. (mt/bc).

 

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan