ESDM Sedang Mencari Pembeli Strategis Gas Produksi Blok Masela

June 19, 2017 @ 11:42 am
Jakarta, EnergiToday -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mengupayakan untuk menemukan pembeli pasti dari gas yang diproduiksi Blok masela.

Jika tidak diserap industri dalam negeri, maka gas tersebut akan diekspor. Sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang menyatakan minat membeli gas dari Masela, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pupuk Indonesia, Kaltim Methanol Industri/Sojitz, dan Elsoro Multi Pratama.

"Kalau enggak mampu ambil US$ 5,86 saya tidak sarankan, ya jangan ambil, US$ 3 per mmbtu itu harga hulu gimana caranya? US$ 3,8 per mmbtu beratl ke hulunya, enggak masuk keekonomian dan kami akan buka marketnya ke siapa saja," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar Akhir pekan lalu.

Arcandra memang mengklaim patokan harga gas tersebut diambil dari hasil kajian awal Inpex Corporation selaku operator Blok Masela. "Itu kajian awal mereka. Harga jual kan bisa apa saja, mau tahun ini, tahun depan kan tergantung. Harga jual gas itu ditetapkan oleh Menteri, asumsi boleh, asumsinya US$ 5,8, itu asumsi keekonomian mereka disusun berdasarkan harga itu," jelas Arcandra.

Arcandra juga bilang harga gas tersebut sudah bisa memenuhi keekonomian lapangan Abadi Blok Masela bahkan jika ditetapkan secara konstan dalam sepanjang kontrak ."Konstan itu US$ 5,8 untuk keekonomian mereka yang susun," ujarnya. (nv/kt)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan