Bangun Kilang Minyak, Pertamina Bisa Tabrak Standar Akuntansi

June 19, 2017 @ 2:20 pm
Jakarta, EnergiToday-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan keuangan PT Pertamina (Persero) masih mumpuni dalam membangun dua kilang baru dan empat perbaikan kapasitas dan kompleksitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) dengan tepat waktu. Asal, perusahaan minyak pelat merah itu cukup bergigi untuk tak mengikuti standar akuntansi yang berlaku.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, perseroan tidak ada masalah dengan penghimpunan dana. Namun, ada kekhawatiran skema kerja sama kilang dengan beberapa perusahaan internasional saat ini memberatkan pembukuan Pertamina.

Dalam melakukan perjanjian Joint Venture kilang, perseroan menjamin bahwa 100 persen penyerapan produksi kilang (offtake) akan dilakukan perusahaan. Sehingga, offtake tersebut dikategorikan sebagai sewa yang artinya harus dimasukkan ke dalam kewajiban (liabilitas).

Arcandra juga mengatakan, kondisi ini telah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurut dia, kepala negara menginstruksikan agar perseroan tak mengikuti ISAK 8 agar bisa mencari pendanaan.

Meski demikian, Arcandra masih belum yakin apakah jadwal kilang masih sesuai jadwal atau tidak. Namun, ia menangkap pesan bahwa Jokowi ingin agar kilang-kilang yang dikerjasamakan dengan perusahaan internasional itu bisa jalan tepat waktu, Senin (19/6). (mt/cn)

1 komentar

    firman-abas (21 Jun 2017 • 13:57)

    bukankah petinggi2 ESDM dan MIGAS banyak orang2 akuntansi , kalo salah salah juga , piye toh . . . . . ?!?!?

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan