Menang Tender, Anak Usaha PTDI Impor 1.200 Konverter Kit dari Norwegia

July 15, 2013 @ 5:47 am
KonverterKit Jakarta, EnergiToday -- Hingga kini PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) telah mengimpor konverter kit compressed natural gas (CNG) khusus kendaraan umum sebanyak 1.200 unit dari Norwegia. Padahal, sebelumnya, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, melarang PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengimpor alat tersebut.

Sebelumnya Kementerian ESDM telah menetapkan anak usaha PTDI sebagai pemenang tender 2.000 unit konverter kit. Dengan princian, 1.200 unit konverter kit CNG untuk kendaraan umum dan 800 unit konverter kit liquid gas for vehicle (LGV) khusus kendaraan pribadi dengan nilai tender yang mencapai Rp 34 miliar.

Akan tetapi, rupanya NTP telah melakukan impor ke produsen konverter kit dari Norwegia, yakni Hexagon Raufoss yang adalah merupakan anak usaha Hexagon Composite Group.

Dalam website resmi Hexagon pada tanggal (9/7) yang lalu menyatakan, Hexagon telah diberi mandat oleh perusahaan negara Indonesia untuk mengadakan silinder alias tabung CNG type 4. Namun, Hexagon tidak menyebutkan secara detail nama perusahaan yang memesan alat tersebut.

Sementara itu, Hexagon Raufoss juge telah merilis bahwa pada akhir tahun 2012 yang lalu ada juga order yang sama dari perusahaan swasta asal Indonesia, yakni PT Autogas Indonesia, untuk proyek konversi pengadaan konverter kit bagi 500 LGV untuk mobil pribadi.

"Dua order ini membuka pasar kendaraan berbahan bakar gas di Indonesia dan memungkinkan pelanggan kami mendapatkan keuntungan dari penghematan biaya operasional yang sudah terjadi di bagian dunia lain," ujar Managing Director Automotive Hexagon Raufoss, Ragnar Holthe, seperti yang dilansir dari harian Kontan, Jakarta, Senin (15/7).

Dikesempatan terpisah, Vice President PT Nusantara Turbin dan Propulsi Eka Wahono membenarkan bahwa perusahaannya telah memesan silinder atau tabung dari Hexagon Raufoss.

"Kami pesan 1.200 unit, tapi itu hanya sebagian saja yang kami impor, bukan komponen utama dari konverter kit," katanya.. Sementara, konverter kit LGV belum tahu akan diimpor atau diproduksi sendiri. (US/KTN)

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan