OTEC Contoh Energi Terbarukan Paling Potensial Dikembangkan di Indonesia

March 26, 2013 @ 10:32 am
otec-plant OTEC yang merupakan kata singkatan dari Ocean Thermal Energy Conversion atau dalam bahasa Indonesia kita dapat mengartikannya sebagai Konversi Energi termal Lautan. Pada dasarnya yang dimaksud dengan otec ersebut ialah suatu upaya yang dilakukan manusia untuk menghasilkan energi dengan memanfaatkan perbedaan suhu yang terjadi pada Permukaan lautan dan di kedalaman laut untuk menjalankan mesin kalor, yang pada akhirnya akan menghasilkan energi. Prinsip dasar pada mesin kalor ialah proses pengubahan energi panas ( kalor ) menjadi energi mekanik. Efisiensi pada mesin kalor akan berbanding lurus dengan perubahan temperature yang terjadi, semakin besar perubahan temperature, maka akan semakin besar pula efisiensi yang dihasilkan oleh mesin tersebut.

Meski sistem OTEC adalah suatu teknologi terbaru, konsepnya telah memiliki jalan pengembangan yang lumayan panjang. Dimulai pada tahun 1881, yaitu ketika Jacques Arsene d'Arsonval, fisikawan prancis yang mengajukan konsep konversi energi termal lautan. Dan seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi maka teknologi otec ini juga menuliskan perkembangannya dalam lembaran sejarah manusia dan hingga saat telah dimanfaatkan sebagai sumber energy seperti yang terjadi di Hawaii dan jepang.

Kita memanfaatkan mesin kalor Karena dalam hal ini kita memanfaatkan perbedaan temperature lautan dimana sekain dalam temperaturnya akan semakin dingin dan semakin dekat dengan garis lintang nol derajat maka temperature permukaan air laut akan semakin besar, karena dibagian ekuator merupakan bagian bumi yang mengalami radiasi maksimal dari sinar matahari dibandingkan dengan wilayah lainnya yang misalnya saja terletak diatas lintag 23,5 LU maupun di bawah lintang 23,5 LS pada globe. Selain itu penyinaran yang terjadidi sepanjang katulistiwa terjadi sepanjang tahun. Hal ini terjadi karena didaerah katulistiwa hanya terdapat dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan, serta pegerakan dari mataharis sepanjang tahun hanya berkisar dari lintang 23,5 LU sampai 23,5 LS.

Prinsip kerja dalam pemanfaatan OTEC sebagai sumber energi bagi manusia yang dalam artian energi ini dapat terbarukan, tahap pertama permukaan air laut secara terus menerus dipanaskan dengan bantuan radiasi sinar matahari agar terciptanya perbedaan temperatur yang semakin besar. Perbedaan temperatur yang tercipta akan memiliki energ potensial yang jika kita bandingkan dengan luas permukaan bumi, dimana 70%nya merupakan permukaan air maka dapat kita simpulkan bahwa energi yang terkandung dalam perbedaan air laut tersebut sangatlah besar. Dari perbedaan temperatur yang kita peroleh barulah kita melanjutkannya pada penggunaan dan pemanfaatan mesin kalor untuk mengkonversi kandungan energi dalam air laut tersebut.

Dari beberapa jajak pendapat mengenai sumber energi masa depan maka banyak pakar energi berpendapat bahwa OTEC akan menjadi teknologi penghasil listrik yang sangat kompetitif dan potensial di masa depan. Diperkirakan jika otec ini dikembangkan dengan baik akan menjadi primadona baru sumber energy menggantikan energy fosil yang hingga saat ini masih menjadi primadona tak terkalahkan.

Pelaksanaan pembangunan fasilitas untuk mengkonversi energy termal lautan ini tentunya menggunakan biaya yang tidak sedikit, hal inilah yang hingga saat ini menjadi kendala utama. Biaya yang banyak tersebut dikarenakan dalam fasilitas OTEC ini harus memerlukan banyak pipa besar dan panjang untuk ditenggelampak ke lautan dalam. Untuk mendapatkan air yang dingin serta berbagai peralatan lainnya yang memerlukan biaya banyak untuk memperolehnya.

Berdasarkan sistem siklus yang digunakan otec dapat dikelompokkan menjadi:

Siklus tertutup
Siklus tertutup menggunakan fluida dengan titik didih rendah, misalnya amonia, untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Air hangat di permukaan dipompa ke penukar panas di mana fluida bertitik didih rendah dididihkan. Fluida yang mengalami perubahan wujud menjadi uap akan mengalami peningkatan tekanan. Uap bertekanan tinggi ini lalu dialirkan ke turbin untuk menghasilkan listrik. Uap tersebut lalu didinginkan kembali dengan air dingin dari laut dalam dan mengembun. Lalu fluida kembali melakukan siklusnya.

Siklus terbuka
Siklus terbuka menggunakan air laut untuk menghasilkan listrik. Air laut yang hangat dimasukkan ke dalam tangki bertekanan rendah sehingga menguap. Uap ini dugunakan untuk menggerakkan turbin.

Siklus hybrid
Pada dasarnya siklus hybrid ini merupakan siklus gabungan dengan memaksimalkan keunggulan masing-masing dari siklus terbuka mapun siklus tertutup.

Di Indonesia yang notabenya merupakan negara kepulauan yang besar, dan hampir 70% permukaan bumi di Indonesia ini tertutupi oleh lautan yang tersebar dari sabang sampai merauke. selain itu Indonesia juga terletak di daerah kathulistiwa yang mengalami penynaran sepanjang tahun. dengan pertimbangan tersebut maka pembangunan fasilitas pembangkit energi listrik dengan menggunakan teknologi otec ini sangat potensial sebagai alternatif pengganti energi fosil yang saat ini semakin menipis.

Jadi sebelum ketersediaan minyak dan gas bumi kita habis marilah kita melakukan penghematan dalam penggunaan energi tersebut dan berusaha mencari dan menemukan teknologi untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan yang tingkat polusinya lebih rendah. dan marilah senantiasa kita menggunakan energi dengan bijaksana.

Beri komentar

*) Wajib diisi. Email anda tidak akan ditampilkan